Kunjungi Dwildhe Toko Grosiran..... Harga Special!

">

Saturday, September 18, 2010

Lidah Kolibri

Para peneliti menganalisa setetes darah, DNA, dan cairan lain pada permukaan kaca seukuran telapak tangan anda. Ketika peneliti mencoba memindahkan cairan dalam jumlah yang sangat sedikit, mereka menggunakan penghisap atau pipet, tetapi metode ini cenderung tidak efisien. Adakah cara yang lebih baik untuk memindahkan setetes cairan? Menurut Dr. John Bush dari Massachusetts Institute of Technology, "alam sudah memecahkan masalah ini".
Pikirkan: Kolibri tidak membuang energi dengan menghisap nektar bunga ke mulutnya. tetapi, ia memanfaatkan daya kohesi yang menyebabkan air di permukaan yang rata membentuk tetesan dan melawan gravitasi. Ketika lidah Kolibri menyentuh nektar, permukaan nektar memaksa lidahnya menggulung hingga menyerupai sedotan kecil, dan nektarpun terhisap. Intinya, Kolibri tidak perlu mengerahkan upaya karena nektar mengalir dengan sendirinya melalui "sedotan" itu ke mulutnya. Sewaktu makan, Kolibri dapat mengisi kembali lidahnya dengan nektar hingga 20 kali per detik!
Menurut pengamatan, sistem "sedotan otomatis" ini juga dimiliki beberapa burung pantai, yang minum dengan cara yang sama. Ketika mengomentari kemampuan ini, Profesor Mark Denny dari Stanfort University di kalifornia, AS, menyatakan, "kombinasi teknik, fisika, dan matematika terapan tersebut sangat menakjubkan . . . Jika anda memilih insinyur atau ahli matematika terapan, siapapun itu, dan meminta mereka merancang cara agar seekor burung dapat memindahkan air dari paruh ke mulutnya, cara ini tidak bakal terpikir oleh mereka."

No comments:

Post a Comment